Dugaan Ketidaksesuaian Pelaporan Dana BOS 2025 di SDN 1 Weru Kidul Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Sulit Dikonfirmasi

Dugaan Ketidaksesuaian Pelaporan Dana BOS 2025 di SDN 1 Weru Kidul Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Sulit Dikonfirmasi

Media Unit 1
Selasa, 28 April 2026

Cirebon, Selasa (28/4/2026) – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 1 Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon diduga menuai sorotan publik. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya indikasi ketidaksesuaian pada sejumlah pos anggaran, khususnya pada pekerjaan pemeliharaan sarana prasarana, rabat, serta beberapa belanja modal yang nilainya disebut-sebut tidak sesuai dengan harga di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah yang dipimpin oleh Emon Supriyadi, S.Pd dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20215592 tersebut menerima Dana BOS Tahun 2025 sebesar Rp269.560.000 pada masing-masing tahap pencairan.

Pada Tahap I, yang dicairkan pada 2025, anggaran terbesar tercatat pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp110.044.000, disusul administrasi kegiatan sekolah sebesar Rp70.843.750.
Sementara pada Tahap II, yang dicairkan pada tahun 2025, anggaran terbesar tercatat pada pos administrasi kegiatan sekolah sebesar Rp143.129.400, serta pengembangan perpustakaan sebesar Rp50.264.000.

Besarnya nominal anggaran pada beberapa pos tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat pemerhati dunia pendidikan, terutama terkait dugaan ketidaksesuaian antara nilai yang dilaporkan dengan kondisi atau harga riil pekerjaan di lapangan.

Salah seorang masyarakat pemerhati pendidikan yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa upaya untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah guna meminta klarifikasi dinilai tidak mudah.

“Memang tidak mudah bertemu dengan kepala sekolah tersebut", ujarnya kepada awak media.

Bahkan beberapa awak media lainnya pun sudah beberapa kali mencoba melakukan konfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang, namun selalu tidak pernah bertemu.

Saat awak media mencoba meminta nomor kontak kepala sekolah kepada salah satu guru, pihak sekolah disebut tidak berani memberikannya.

"Nanti kesini lagi aja Pak, kepala sekolah sedang ada tugas luar sekolah", ungkap salah satu guru kepada awak media.

Langkah konfirmasi sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman serta tetap menjunjung prinsip jurnalistik yang profesional dan berimbang.

SD Negeri 1 Weru Kidul sendiri diketahui berstatus sekolah negeri dengan Akreditasi A, memiliki 28 guru dan tenaga kependidikan, serta jumlah murid sebanyak 561 siswa, dengan rasio guru dan murid 1:20.

Sorotan publik kini tertuju pada transparansi penggunaan anggaran, khususnya pada rincian pos pemeliharaan sarana prasarana, administrasi sekolah, serta pengembangan perpustakaan yang nilainya cukup besar.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih belum memperoleh klarifikasi resmi dari kepala sekolah terkait dugaan ketidaksesuaian pelaporan anggaran tersebut guna mendapatkan pemberitaan yang berimbang dan sesuai fakta.

(Cephy)