Tercium aroma diduga Kepala Sekolah SMA 1 Pedamaran Timur menyalahgunakan dana BOS dan dan menjual baju seragam 2025

Tercium aroma diduga Kepala Sekolah SMA 1 Pedamaran Timur menyalahgunakan dana BOS dan dan menjual baju seragam 2025

Senin, 20 April 2026


Oki- sumsel 20 apr 2026 Diduga kepala sekolah SMAN 1 Pedamaran timur kabupaten OKI Sumsel,diduga myalagunakan dana bos jual belikan baju sekolah sebesar 2 juta rupiah per siswa, seperti baju olahraga, batik dan Pramuka,tersebut diduga 
jadikan ajang bisnis saat penerimaan siswa baru tahun 2025.membuat wali murid menjerit.

Keluhan tersebut di sampaikan salah satu orang tua wali murid kepada media pada Rabu,15-4-2026 sekira pukul 8 pagi di kecamatan Pedamaran timur kabupaten OKI Sumsel.

"Katanya tidak ada lagi pungutan,tapi kok masih saja ada biaya untuk seragam sekolah meskipun untuk kebutuhan anak tapi kami wali murid masih saja merasa terbebani,"kata salah satu wali murid.

Lanjutnya,hal senada juga di sampaikan orang tua wali murid bahwa keputusan pihak sekolah SMAN 1 terkesan terlalu membebani.

"Ya itu dia pak, anak kami di minta Meraka untuk beli baju seragam di sekolah itu dengan satuan harga yang sudah di tentukan oleh mereka sendiri,"ungkapnya.

Dia juga menyebutkan dari seluruh satuan tersebut Dinilai pihak sekolah mencari keuntungan dan sebagai ajang bisnis.

Tak sampai disitu,setelah menerima keluh kesah wali murid SMAN 1 Pedamaran timur kabupaten OKI,tim pun, mendatangi kesekolahan untuk menindak lanjuti hal tersebut menemui kepsek namun kepsek tidak ada di tempat,tim awak media dan LSM di sambut oleh Hevi sebagai humas di sekolahan tersebut.

Saat tim media bertanya bisa ketemu bapak kepala sekolah,Hevi menjawab bapak lagi kumpul di mk3s,bersama kepsek lainya.berhubung pak kepsek tidak berada ditempat,saya ingin konfirmasi kepada bapak sebagai humas di sma negeri 1 Pedamaran timur ini.

Apakah benar diduga pada saat penerimaan siswa baru,di sekolah ini diduga ada indikasi jual beli baju seragam sekolah yang di lakukan oleh kepala sekolah?.Hevi menjawab..itu tidak benar, kepsek kami tidak ada jual-beli baju..bagi siswa yang ingin beli baju seragam kami sarankan melalui koperasi sekolah yang telah kami sediakan.ucapnya.

Tak sampai disitu saja , setelah tim media keluar dari ruang kantor sekolah, terlihat degan kasat mata ,cat gedung sekolah kelihatan buram, lantai keramik pecak hanya di tampal pakai semen dan plapon bolong.diduga dana bos untuk perawatan sekolah tidak maksimal berjalan.

Sampai berita ini diterbitkan kepala sekolah belum berhasil konfirmasi.

Pewarta.Tim.