Ogan Ilir Sumsel– setiap hari rabu pebacaan yasin bersama siswa siswi sdn 8 meningkatkan iman dan taqwa serta membentuk karakter Islami di kalangan pelajar, SDN Negeri 8 inralaya utara Kecamatan inralaya utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan yang berlangsung setiap hari rabu penacaan ayat suci khidmat dan penuh antusiasme.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Kepalah Sekolah nova sapitri spd. beserta jajaran wakil (waka), serta seluruh dewan guru.
Kehadiran pimpinan dan tenaga pendidik menjadi bukti komitmen sekolah dalam membina karakter spiritual peserta didik.sdn 8 inralaya utara
Dalam sambutannya, kepalah sekolah .menyampaikan bahwa kegiatan bukan sekadar agenda rutin setiap hari rabu, tetapi merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa agar memiliki akhlak mulia, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
“penacaan yasin bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa, sekaligus membentuk karakter Islami yang berakhlakul karimah di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penceramah utama, di hadiri guru agama di SDN Negeri 8 inralaya utara
, yang memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga ibadah, adab kepada orang tua dan guru, serta membangun integritas diri sejak usia remaja.
Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak.
“Ilmu tanpa iman akan rapuh.
Karena itu, generasi muda harus membangun fondasi spiritual yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya di hadapan para siswa. Untuk siswa laki-laki lomba adzan siswa perempuan pembacaan ayat suci Alquran
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, tausiyah, hingga sesi refleksi keagamaan.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter berbasis spiritual tetap menjadi prioritas dalam mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.(badri)