WONOSOBO – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar di 166 desa di Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., bersama jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonosobo, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PDM Muhammadiyah Wonosobo mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bagian dari langkah preventif kepolisian untuk membangun suasana yang aman dan kondusif menjelang tahapan Pilkades Serentak.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja hadir didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo dan disambut Penasehat PDM Wonosobo K.H. Teguh Ridwan, B.A., Ketua PDM Wonosobo Drs. H. Bambang WEN, M.M., Ketua Pengurus 'Aisyiyah Dra. Hj. Herawati Aliyah, serta jajaran pengurus Muhammadiyah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan serta diskusi mengenai berbagai persoalan sosial dan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Wonosobo Drs. H. Bambang WEN, M.M., menyampaikan kesiapan Muhammadiyah untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Peran tersebut antara lain dilakukan melalui dakwah, pembinaan umat, penguatan karakter masyarakat di lingkungan masjid dan ratusan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta upaya bersama dalam menangkal paham radikalisme dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja yang merupakan pejabat baru di Kabupaten Wonosobo memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan jajaran Muhammadiyah.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya hadir dalam kegiatan tersebut karena sebelumnya harus memimpin rapat koordinasi terkait kesiapan pengamanan Pilkades Serentak yang akan dilaksanakan di 166 desa.
Menurut AKBP Ricky, keberhasilan pelaksanaan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.
“Sinergi antara fungsi preemtif kepolisian dan peran Muhammadiyah sangat kuat. Jika polisi bertugas meningkatkan daya tangkal kejahatan, Muhammadiyah mengambil peran luar biasa dalam menjaga akhlak dan mencerdaskan kehidupan umat guna membendung potensi kriminalitas,” ujar AKBP Ricky.
Kapolres menekankan bahwa menjelang Pilkades, potensi perbedaan pilihan politik di tingkat desa harus disikapi secara dewasa. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarmasyarakat.
Karena itu, Polres Wonosobo terus mendorong pendekatan preemtif dan preventif dengan memperkuat komunikasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Kita ingin Pilkades ini menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Jangan sampai perbedaan pilihan kemudian merusak persaudaraan, kerukunan dan keamanan yang sudah terbangun,” tegasnya.
Selain persoalan Pilkades, Kapolres juga menyoroti tantangan di era digital, khususnya penyebaran hoaks, disinformasi dan polarisasi melalui media sosial yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan menjelang maupun setelah pelaksanaan Pilkades.
Untuk itu, peran tokoh agama dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Kapolres berharap pesan-pesan kamtibmas dan pentingnya menjaga persatuan menjelang Pilkades dapat terus disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan maupun dakwah kepada masyarakat.
“Harapan kami, melalui para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, pesan-pesan kesejukan ini bisa terus disampaikan. Siapa pun pilihannya nanti, setelah Pilkades kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun Wonosobo,” lanjut AKBP Ricky.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesepahaman bahwa menjaga keamanan Pilkades bukan semata-mata tugas kepolisian. Masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, panitia pemilihan serta seluruh pihak memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Melalui sinergi tersebut, Polres Wonosobo bersama Muhammadiyah berkomitmen ikut menciptakan Pilkades Serentak 2026 yang aman, damai, demokratis dan bermartabat, sekaligus menjaga kondusivitas Kabupaten Wonosobo sebelum, selama, hingga setelah seluruh tahapan Pilkades selesai.
(Yudhi)

