Polres OKI Pastikan Hari Kedua Cakat Stempel di Sungai Komering Berlangsung Aman dan Kondusif

Polres OKI Pastikan Hari Kedua Cakat Stempel di Sungai Komering Berlangsung Aman dan Kondusif

Media Unit 1
Senin, 23 Maret 2026


Kayuagung, - Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan oleh Polres OKI dalam pengamanan hari kedua kegiatan cakat stempel di Sungai Komering. Tradisi yang sarat nilai budaya ini berlangsung dengan penuh antusiasme masyarakat, namun tetap dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. Senin (23/3/26).

Sejak pagi hari, personel Polres OKI telah disiagakan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kehadiran polisi tidak hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Pada hari kedua pelaksanaan, aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Komering mengalami peningkatan signifikan. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, panitia bersama aparat kepolisian memberlakukan pembatasan waktu kegiatan, di mana cakat stempel hanya diperbolehkan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna menghindari risiko yang dapat timbul, terutama mengingat kondisi di sekitar aliran sungai yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Dengan adanya pembatasan waktu, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan terkendali.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk batas waktu kegiatan hingga pukul 16.00 WIB. Ini demi keselamatan bersama dan agar kegiatan tetap berjalan dengan aman serta kondusif,” ujar Kapolres.

Selain melakukan pengamanan, personel di lapangan juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat, membantu kelancaran arus aktivitas, serta mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

Pengamanan hari kedua ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara aparat kepolisian, panitia, dan masyarakat. Disiplin terhadap aturan, termasuk pembatasan waktu, menjadi kunci terciptanya suasana yang aman dan nyaman.(badri)