Dari Indramayu ke Jakarta: Hilmi Hilmansyah Bangun Jejaring Kota Kreatif di Level Nasional

Dari Indramayu ke Jakarta: Hilmi Hilmansyah Bangun Jejaring Kota Kreatif di Level Nasional

Media Unit 1
Sabtu, 14 Februari 2026

Indramayu – Anak muda asal Indramayu kembali menunjukkan kiprahnya di panggung nasional. Hilmi Hilmansyah, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Jejaring di ICCN, melakukan silaturahmi strategis dengan sejumlah tokoh nasional di bidang ekonomi kreatif dan kebudayaan.

Agenda tersebut berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Pengurus ICCN yang digelar pada 12–13 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus ruang temu antara para penggerak kota kreatif dengan pengambil kebijakan di tingkat pusat.

Dalam kesempatan itu, Hilmi berjumpa dan berdialog langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha, serta Ketua Umum ICCN Tb. Fiki C. Satari.

Menurut Hilmi, pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang bertukar gagasan dan memperluas perspektif terhadap arah kebijakan nasional di sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan.

"Silaturahmi ini penting sebagai ruang belajar langsung. Kita bisa menangkap arah kebijakan nasional sekaligus membaca peluang kolaborasi lintas sektor untuk penguatan ekosistem kota kreatif," ujar Hilmi kepada awak media.

Sebagai pemuda asal Indramayu, Hilmi menilai momentum ini menjadi bekal strategis untuk membawa pulang gagasan dan isu-isu nasional ke daerah. Ia menekankan pentingnya konektivitas pusat dan daerah agar gerakan kota kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam satu visi besar pembangunan berbasis budaya.



Salah satu gagasan yang terus didorong Hilmi untuk Indramayu adalah pengembangan Creative Cultural Ecosystems, yakni pendekatan pembangunan kota yang menempatkan budaya sebagai ruh utama.

"Konsep ini mencakup aktivasi ruang cagar budaya, pengembangan living museum, hingga penciptaan ruang temu kreatif yang hidup dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, budaya tidak hanya diposisikan sebagai warisan, tetapi sebagai sumber daya aktif yang menggerakkan dialog, kolaborasi, dan inovasi perkotaan." Jelasnya

Rakertas ICCN sendiri menjadi forum penting untuk menyatukan arah, bahasa, dan prioritas gerakan jejaring kota kreatif di Indonesia. Melalui forum ini, berbagai inisiatif di tingkat pusat diharapkan dapat dilandingkan secara kontekstual di daerah, termasuk di Indramayu.

Langkah Hilmi menjadi bukti bahwa anak muda daerah mampu mengambil peran dalam percakapan nasional. Dengan semangat kolaborasi dan jejaring, ia berharap Indramayu dapat tumbuh sebagai kota yang kuat secara budaya, adaptif secara urban, dan aktif dalam jejaring kota kreatif nasional. (Wira/Tim)