Depok - Riuh tepuk tangan membahana di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojong Sari, Kota Depok. Di atas panggung, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM., tersenyum bangga saat menerima penghargaan bergengsi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA. Senin (25/5/2026).
Kabupaten Rokan Hulu resmi dinobatkan sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan ini bukan sekadar trofi pajangan. Ini adalah buah dari komitmen panjang sebuah daerah yang menolak membiarkan identitasnya lumat oleh zaman. Rokan Hulu dinilai sukses menunjukkan praktik baik dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali bahasa daerah melalui sinergi dunia pendidikan, kebijakan lokal, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Bahasa daerah adalah jangkar identitas. Namun, di era digital, bahasa ibu kerap terpinggirkan. Melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengambil langkah strategis: menghidupkan kembali fungsi bahasa dan penuturnya dengan menyasar generasi muda.
Pendekatannya menyentuh akar rumput, yakni berbasis sekolah dan komunitas. Tujuannya satu, agar anak-anak muda di Rokan Hulu kembali bangga menyelipkan bahasa ibu dalam obrolan sehari-hari mereka.
Plt Kadisdikpora Rohul Alreza Ahyu menjelaskan bahwaJalan menuju penghargaan nasional ini sejatinya telah dirajut sejak akhir tahun lalu. Pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Riau yang ditaja oleh Balai Bahasa Riau pada November 2025, kontingen Rokan Hulu tampil digdaya. Mereka pulang sebagai Juara Umum dengan memborong 9 piala dari berbagai kategori kreatif, antara lain:
Juara 1: Menulis Aksara Melayu (SD), Tembang Tradisi (SMP), serta Membaca dan Menulis (SD).
Juara 2: Tembang Tradisi (SD) dan Mendongeng (SD).
Juara 3: Pidato (SD), Stand-Up Comedy (SMP), dan Menulis Cerpen (SD).
Juara Harapan 1: Stand-Up Comedy (SD).
Dalam puncak acara FTBI Nasional di Depok, ruang acara sempat disihir oleh kemerduan suara Ananda Rahmi Octavia. Siswi SMPN 1 Rambah Hilir yang merupakan pemenang tembang tradisi tingkat Provinsi Riau ini tampil memukau di hadapan para pejabat kementerian dan tamu undangan.
Keberhasilan ini menjadi momentum emosional bagi Negeri Seribu Suluk. Hadir langsung mendampingi Bupati dalam acara tersebut, Plt. Kadisdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu, SE., M.Si.Ak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr. Umi Kulsum, SS., M.Hum, serta Kasi Kurikulum SD Abd Zeri beserta tim pendamping.
Bupati Rokan Hulu, Anton, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh elemen masyarakat Rokan Hulu yang telah bahu-membahu menjaga warisan leluhur.
"Prestasi ini adalah prestasi bagi kabupaten kita, yang membuktikan bahwa kita mampu bersaing di tingkat Provinsi Riau maupun nasional. Terima kasih atas semua kerja sama tim Disdikpora," ujar Anton hangat.
Ia juga berharap pencapaian ini tidak membuat semua pihak cepat puas, melainkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya.
"Mudah-mudahan prestasi ini menjadi pembuka prestasi bagi anak-anak kita yang lainnya. Harapan kita bersama, ini agar dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi di masa depan," pungkasnya optimis.
Melalui penghargaan ini, Rokan Hulu mengirimkan pesan penting ke seluruh penjuru negeri: memeluk modernitas bukan berarti harus melupakan bahasa ibunda.
***Erikson Sitorus***
