CIREBON – Kegiatan pengaspalan jalan di wilayah Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, kondisi aspal di lokasi tersebut diduga dikerjakan dengan ketebalan yang sangat tipis hingga pada sejumlah bagian tampak permukaan tanah di bawahnya.
Pantauan di lokasi pada Kamis (17/9/2026), kondisi lapisan aspal terlihat tipis dan pada beberapa bagian tampak dasar tanah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan serta kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Selain persoalan ketebalan aspal, papan informasi atau papan anggaran kegiatan juga tidak tampak terlihat di lokasi. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.
Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Belum dapat disimpulkan adanya penyimpangan atau kerugian negara sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta hasil pekerjaan di lapangan.
Salah seorang warga Kecamatan Sumber yang ditemui awak media memberikan tanggapannya terkait kondisi aspal tersebut. Ia mengaku kecewa apabila kualitas pekerjaan memang tidak sesuai dengan yang seharusnya.
"Waduh, tipis sekali ya aspalnya. Ya jelas merayang (transparan hingga terlihat dasar tanahnya). Masyarakat kecewa kalau tipisnya seperti itu," ujarnya. Warga tersebut meminta identitasnya tidak disebutkan.
Sementara itu, awak media sebelumnya telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kelurahan Kemantren untuk mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan tersebut, termasuk sumber anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis dan pihak pelaksana.
Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi Kecamatan Sumber guna memperoleh informasi dan memastikan pemberitaan tidak hanya berdasarkan keterangan dari masyarakat maupun hasil pantauan di lapangan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Kemantren belum memberikan keterangan resmi. Salah seorang pegawai kelurahan saat ditemui mengatakan bahwa lurah sedang tidak berada di tempat dan dirinya tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
Dengan belum adanya klarifikasi resmi dari pihak kelurahan maupun pihak terkait, seluruh dugaan mengenai kualitas pekerjaan dan kemungkinan adanya ketidaksesuaian penggunaan anggaran masih sebatas informasi awal yang perlu diverifikasi.
Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Lurah Kemantren, pihak pelaksana kegiatan, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pengaspalan tersebut.
Links Video Tiktok Klik disini
Apabila nantinya terdapat temuan mengenai ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen anggaran maupun spesifikasi teknis, masyarakat berharap pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Cephy)
